Luhut Apresiasi Penangkapan Enam Terduga Teroris di Malang

Resty Armenia, CNN Indonesia | Senin, 22/02/2016 11:40 WIB
Luhut Apresiasi Penangkapan Enam Terduga Teroris di Malang Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kinerja tim Detasemen Khusus 88 (Antiteror) yang berhasil menangkap enam terduga teroris di Malang, Jawa Timur.(hurricanehank/Thinkstock CNNIndonesia GettyImages).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kinerja tim Detasemen Khusus 88 (Antiteror) yang berhasil menangkap enam terduga teroris di Malang, Jawa Timur.

"Saya kira itu bagus, polisi makin kita apresiasi. Dari data-data yang punya berhasil menangkap enam orang," ujar Luhut di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (22/2).

Menurut mantan Kepala Kantor Staf Presiden itu, dengan adanya penangkapan ini, maka bukti-bukti tambahan bahwa keenam terduga teroris berkaitan dengan teror yang terjadi di kawasan Thamrin beberapa waktu lalu.


"Dan ada beberapa yang enggak bisa saya jelaskan. Makin jelas networking-nya dengn penangkapan itu. Jadi jaringannya kita makin banyak tahu," katanya.
Menyoal Undang-Undang Antiterorisme, Luhut mengatakan bahwa Amanat Presiden (Ampres) telah dikirim Presiden Joko Widodo kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Poin-poin Ampres tersebut, paparnya, intinya permintaan kewenangan aparat kepolisian untuk menahan terduga teroris lebih lama.

"Yang jelas dari pemerintah cuma minta kewenangan menahan orang lebih lama, untuk orang (yang terindikasi melakukan tindakan radikalisme atau terorisme) rapat (atau berkumpul) bisa diambil, diminta keterangannya," ujar Luhut.

Kemarin, polisi memboyong enam terduga teroris yang ditangkap di Malang, Jawa Timur, ke Jakarta. Pemindahan mereka dilakukan melalui jalur darat dan mendapatkan pengawalan ketat dari tim Detasemen Khusus 88 (Antiteror).

"Diperkirakan tiba di Jakarta, Senin pagi (22/2). Mereka dikawal oleh 30 personel keamanan. Setibanya di Jakarta, langsung diserahkan ke Markas Komando Brimob, Jakarta," ujar Kapolres Malang AKBP Yudo Nugroho.
Enam terduga teroris itu sebelumnya ditangkap di kawasan Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Jumat malam (19/2) dan kemudian diamankan di Mako Brimob Detasemen B Pelopor Polda Jatim di Ampeldento.

Terduga teroris yang dibawa ke Markas Brimob di Jakarta tersebut adalah Abu Gar alias Badrodin, Ridho, Romli, Rudi alias Cimot, dan Handoko. Namun Dalam keberangkatan tersebut, ada penambahan satu lagi terduga teroris dengan nama Aidin Suryana alias Aji alias Abu Zilan.
Menurut Yudo, pemindahan lewat jalur darat dipilih lantaran banyak maskapai yang berkeberatan membawa terduga teroris lewat jalur udara.

Dari hasil penyelidikan sementara, kata Yudo, ada beberapa kendaraan roda dua dan bahan peledak yang dijadikan barang bukti.

"Seluruh barang bukti pun telah dikirim ke Mako Brimob," ujar Yudo.

Pada Sabtu (20/2) dini hari hingga sore, Densus 88 bersama aparat kepolisian menggeledah sejumlah rumah yang diduga dijadikan "sarang" mereka, di antaranya di Perum Griya Permata Alam dan Green Hills Residence di Desa Ngijo dan di kawasan Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Dari beberapa rumah yang digeledah tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti, seperti sepeda motor, bahan peledak, serta buku-buku tentang jihad dan radikalisme. (bag)