Reza mencontohkan standar prosedur keselamatan gempa di Jepang yang sudah baku dan dipakai warga di sana. Di negara matahari terbit, wilayah-wilayah yang rawan terjadi gempa katanya selalu memiliki bunker-bunker yang bisa dipakai ketika terjadi lindu.
“Contohnya di tiap TK atau Sekolah Dasar. Selalu ada bunker disiapkan mengantisipasi ada gempa. Jadi ketika terjadi gempa orang-tua tahu kemana harus mencari anak-anaknya,” kata Reza, Kamis (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun BMKG secara resmi telah mengakhiri peringatan dini tsunami tersebut tepat pukul 22.32.42 WIB, Rabu malam. Pantai barat Sumatra dinyatakan aman, sehingga masyarakat pesisir pantai yang sempat melakukan evakuasi diminta kembali ke rumah masing-masing.
BMKG mencatat ada enam gempabumi susulan dengan kekuatan yang terus mengecil di Kepulauan Mentawai, pascagempa berkekuatan 7,8 skala richter, Rabu malam (2/3). Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempabumi susulan ini diyakini tidak akan terjadi gempa berkekuatan lebih besar.
“Hingga hari Kamis dini hari pukul 03.00 WIB, tercatat ada enam aktivitas gempabumi susulan. Tidak akan terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar,” kata Daryono dalam keterangan resminya, Kamis (3/3).
Daryono mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu serta informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Pastikan bahwa informasi terkait gempabumi dan tsunami berusmber dari BMKG,” kata Daryono. (bag)