"Anggaran dari APBN atau rupiah murni itu tidak akan memadai kebutuhan TNI. Kami masih memerlukan sumber lain yaitu pinjaman luar negeri dan pinjaman dalam negeri, khususnya untuk modernisasi alutsista," kata Mahfudz di markas Komando Pasukan Khusus, Cijantung, Jakarta, Kamis (10/3).
Komisi Pertahanan DPR hari ini mengunjungi markas Kopassus. Mahfudz berkata, komisinya ingin mengevaluasi pelaksanaan rencana strategis modernisasi alutsista TNI periode 2010-2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semestinya sejak tahun 2015, Kementerian Pertahanan dan TNI sudah mulai masuk melaksanakan renstra tahap dua, yaitu periode 2015-2019," ujar Mahfudz.
Kebijakan tersebut mengatur, prioritas dan fokus pengembangan postur pertahanan militer diarahkan pada perwujudan standar kekuatan pokok dan minimum TNI.
Hal tersebut mutlak disiapkan sebagai prasyarat utama serta mendasar bagi terlaksananya secara efektif tugas pokok dan fungsi TNI dalam menghadapi ancaman aktual.
"Kami akan bicarakan bagaimana postur kekuatan TNI secara terpadu baik yang ada sekarang maupun yang ditargetkan pada 2019," katanya. (abm)