Menurut Ahok, pelaporan harta kekayaan pejabat merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik.
"Makin ke depan, makin mengarah ke keterbukaan. Kalau kamu takut membuka harta kamu, ya jangan jadi pejabat publik," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau rakyat percaya, pasti dia akan kerja dengan baik," tuturnya.
Lihat juga:Mengintip Kekayaan Petinggi Senayan |
Merujuk data KPK, dari total wajib lapor sebanyak 12.745 orang, yang sudah melaporkan hartanya dengan jabatan terkini sebanyak 1.077 orang. Sementara itu sebanyak 11.668 legislator daerah belum menyetorkan LHKPN ke KPK.
Melihat ke rinciannya, sebanyak 1.992 orang belum melapor ulang dan 9.676 belum melaporkan sama sekali. Artinya, ada 91,55 persen anggota dewan di daerah yang masih tak peduli pada keterbukaan harta kekayaannya.
Dari total 124 wajib lapor anggota DPD, sebanyak 108 orang sudah menunaikan kewajibannya. Sedangkan untuk kategori anggota DPR, sebanyak 342 orang dari total 545 telah melaporkan hartanya ke lembaga antirasuah. (abm)