“Karena tidak adanya sumber air sehingga masyarakat dan aparat TNI dan Polri kesulitan memadamkan api. Selain itu, warga juga takut dengan amunisi yang ikut meledak di lokasi tersebut. Warga yang membantu memadamkan api hanya menggunakan daun pisang dan pasir,” kata Muhlis yang dihubungi dari Palu, Ahad malam (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Muhlis, warga yang datang ke lokasi jatuhnya heli tak hanya dari masyarakat setempat namun ada juga yang dari luar desa. “Mereka ada yang bukan warga di sini. Mungkin dari jauh yang baru dapat kabar jatuhnya heli," ujarnya, menduga.
Muhlis menyebutkan cuaca di Poso dan sekitarnya hingga menjelang pukul 23.00 WITA baru saja dilanda hujan.
Muhlis mengatakan saat heli jatuh hujan belum turun, tetapi cuaca sudah gelap disertai dengan petir.
“Hujan baru turun beberapa saat kemudian setelah heli yang membawa 13 penumpang itu jatuh di dekat bandara,” tuturnya.
(antara/obs)