Jokowi Layat Keluarga Korban di Lanud Halim Perdanakusuma

Utami Diah Kusumawati, CNN Indonesia | Selasa, 22/03/2016 14:08 WIB
Jokowi Layat Keluarga Korban di Lanud Halim Perdanakusuma Presiden Joko Widodo melayat keluarga korban dari 13 prajurit TNI AD yang tewas akibat kecelakaan helikopter Bell 413 EP di hanggar Skuadron 17, Pangkalan TNI AU, Halim. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo melayat keluarga korban dari 13 prajurit TNI AD yang tewas akibat kecelakaan helikopter Bell 413 EP di hanggar Skuadron 17, Pangkalan TNI AU, Halim Perdanakusuma, Selasa (22/3).

Jokowi tiba di hanggar pada pukul 11.38 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Setibanya di hanggar, Jokowi langsung disambut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Lalu, Jokowi menghampiri keluarga korban satu persatu. Tampak tangis tumpah dari istri para prajurit yang tewas ketika Jokowi menyalami mereka.


Usai disalami Presiden, para istri kembali duduk ke bangku masing-masing. Mereka ditemani oleh sanak keluarga yang masih terus menenangkan.

Sebelum Jokowi, telah tiba terlebih dahulu di Skuadron 17 adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Gatot tiba pada pukul 09.49 WIB diiringi oleh KASAD Jenderal TNI Mulyono, KASAU Marsekal TNI Agus Supriatna dan KASAL Laksamana TNI Ade Supandi.

Sebelum Gatot, ada pula Wakil Presiden Jusuf Kalla datang di lokasi pada pukul 08.30 WIB. JK kemudian menuju Kementerian PU-Pera dan hanya sebentar mampir di hanggar.

Selain JK, tampak pula Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang tiba pada pukul 10.48 WIB.

Sementara itu, menteri Kabinet Kerja yang turut mendampingi Jokowi adalah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Adapula Menteri PU Pera Basuki Hadimuljono, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Turut hadir pula mantan pimpinan KPK Taufiqurrahman Ruki, Ketua DPD Isman Gusman dan Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang.

Penghargaan TNI dan Polri

Dalam kesempatan tersebut Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) satu pangkat lebih tinggi kepada 13 prajurit TNI AD yang tewas karena kecelakaan helikopter di Poso.

Selain itu, TNI juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban dengan jumlah masing-masing Rp 400 juta.

Adapun Polri memberikan penghargaan Bintang Bhayangkara Nararia kepada 13 prajurit TNI AD yang tewas dalam kecelakaan Heli Bell 413 EP.

Penghargaan diberikan oleh Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo selaku Wakil Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri kepada wakil keluarga korban. (bag)