Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menegaskan pemerintah berpegang pada prinsip untuk tak ditekan oleh kelompok tersebut tapi bukan berarti akan mendiamkan mereka. Yang pasti, kata Jusuf Kalla, pemerintah mendahulukan dialog kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, JK berkukuh apapun kemungkinan yang akan terjadi faktor kemanusiaan akan diutamakan.
Sebelumnya kapal tongkang Anand 12 dan Brahma 12 yang membawa 7 ribu ton batu bara bertolak dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Filipina pada 15 Maret. Kedua kapal kemudian dibajak Abu Sayyaf di perairan Sulu pada 27 Maret lalu.
Kapal Brahma 12 sudah lebih dahulu dilepas dan kini berada di tangan otoritas Filipina. Sementara 10 WNI ABK Anand 12 hingga saat ini masih disandera militan Abu Sayyaf, yang meminta uang tebusan sekitar Rp15 miliar. (obs)