Priyo menganggap biaya Rp20 miliar bagi calon ketua umum, hanya gosip belaka. Dia juga tidak mengetahui angka ideal yang seharusnya disetorkan, karena mengaku tidak punya cukup banyak uang.
"Saya tidak tahu, itu urusan panitia. Dulu tidak ada. Lebih baik tanyakan kepada ahlinya, sebagai calon ketua umum saya ikut saja," kata Priyo di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sifatnya sukarela. Dulu sumbang secara personal, baik yang maju sebagai calon atau ngga," kata dia.
Politikus senior Partai Golkar Hajriyanto Thohari yang mendukung Priyo menambahkan, bahwa calon yang didukungnya tidak punya cukup banyak uang untuk melakukan politik transaksional dalam Munaslub.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pengarah (Steering Comittee) musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Nurdin Halid membantah uang sebesar Rp20 miliar menjadi syarat daftar bagi para calon ketua umum.
"Panitia SC belum pernah ada keputusan angka. Angka Rp20 miliar bukan dari SC," kata Nurdin di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (13/4).
Nurdin mengatakan, angka itu masih didiskusikan dalam internal SC. Dia menegaskan syarat tersebut untuk membuat pelaksanaan Munaslub tidak ada politik transaksional. (pit)