Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar membenarkan jika pihak kepolisian dapat memperpanjang kegiatan operasi jika pihaknya merasa perlu melanjutkan penumpasan kelompok Mujahidin Indonesia Timur ini.
"Tidak berhenti, ada kemungkinan diperpanjang. Ada waktu-waktu tertentu jika saat dilihat hasil evaluasi dirasa masih perlu, operasi (Tinombala) bisa dilanjutkan lagi," kata Boy saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Jumat (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita perpanjang dengan tim dan strategi yang sama, bahkan dengan penambahan personel baru lagi," kata Boy
Pihaknya masih berjaga-jaga untuk jika adanya bagian dari kelompok teroris Santoso yang hendak melarikan diri dari Santoso.
Salah satu lokasi perluasan operasi aparat keamanan TNI/Polri yang diduga menjadi tempat pelarian anggota Santoso adalah Desa Taunca, Desa Pantangolemba, dan Desa Padalembara yang berada di Kecamatan Poso Pesisir Selatan.
"Operasi masih berjalan, anggota di lapangan masih terus menelusuri hutan-hutan dan gunung tempat persembunyian mereka," kata Boy.
Menurut Boy, melihat sukarnya situasi alam dan lokasi di lapangan, timnya memerlukan waktu dan tenaga ekstra untuk memaksimalkan perburuan kelompok Santoso.
Namun pihaknya bersama TNI sejauh ini masih terus bekerja keras untuk menangkap seluruh anggota kelompok teroris Santoso ini.
"Pasti memerlukan waktu lebih dengan luasnya areal operasi mereka, peningkatan intensitas operasi juga terus dilakukan, prinsipnya lebih cepat lebih baik," kata Boy.
Untuk diketahui, dalam dua bulan terakhir, TNI/Polri berhasil menangkap 14 anak buah dari 31 anggota Santoso. Sepuluh di antaranya tewas dalam baku tembak dengan polisi.
(obs)