Tak ada lagi bangunan rumah warga yang berdiri di bantaran Kali Ciliwung. Bangunan itu telah berganti dengan jalan inspeksi yang menghubungkan Jalan Jatinegara Barat hingga Jalan Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta Selatan sepanjang 1,9 kilometer.
CNNIndonesia.com berusaha menyusuri sepanjang jalan inspeksi. Hanya segelintir warga yang terlihat lalu-lalang mengendarai sepeda motor di jalan yang telah beraspal itu. Cuaca panas yang cukup menyengat membuat warga memilih beraktifitas di dalam rumah. Hanya ada sejumlah warga yang berjaga di warung menunggu pembeli datang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan inspeksi ini terus memanjang melewati bangunan belakang rumah susun Jatinegara Barat yang berjarak satu kilometer dari Kampung Pulo. Rusun ini menjadi tempat relokasi bagi warga Kampung Pulo yang tergusur.
Pelaksana Tugas Proyek Normalisasi Kali Ciliwung Agus Sopian mengatakan, penyelesaian jalan inspeksi di kawasan Kampung Pulo ditargetkan selesai sebelum bulan puasa pada Juni mendatang.
"Paling akhir baru kami bangun sisa jalan inspeksi ini. Nanti akan dibuat dua lajur untuk kendaraan, sisanya untuk area penghijauan," ujar Asep di lokasi, Rabu (27/4).
Pengerjaan tanggul dan jalan inspeksi ini, kata Asep, mestinya rampung sejak Januari lalu. Namun karena terkendala musim hujan, pihaknya mengaku kesulitan menyelesaikan pengerjaan tepat waktu.
"Kendalanya kalau hujan deras ya alat beratnya jadi susah masuk. Suplai material juga tidak bisa sampai ke lokasi," katanya.
Seperti yang terjadi saat hujan deras mengguyur ibukota pekan lalu. Asep terpaksa menghentikan pengerjaan tanggul dan jalan inspeksi selama dua hari. Alat berat di lokasi pengerjaan pun beberapa kali terendam air. Namun ia menjamin pengerjaan normalisasi Kali Ciliwung ini bisa selesai tepat waktu.
"Nanti kalau di sisi sini (Kampung Pulo) sudah selesai, kami langsung lanjutkan dengan di Bukit Duri," ucapnya. (bag)