"Evaluasi seminggu sekali kalau tidak Jumat, Senin. Kalau evaluasi yang pertama terjadi kenaikan tingkat kemacetan dengan 43,5 persen penambahan volume kendaraan," kata Andri ketika ditemui di Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/4).
Selain penambahan volume kendaraan, yang menjadi bahan evaluasi lainnya yakni waktu tempuh dan tingkat kepadatan kendaraan. Pada uji coba pertama awal April 2016 lalu terdapat peningkatan kemacetan sebanyak 24,35 persen meski sejumlah ruas-ruas jalan protokol masih lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambahan armada ini akan meningkatkan jumlah penumpang sebanyak lima persen. Selain itu, proses ERP juga tengah dipercepat dan kini masih memasuki tahap lelang.
ERP akan diterapkan bagi setiap mobil dan kendaraan roda empat yang melaju di jantung kota Jakarta. Tarif berkisar dari Rp20.000 hingga Rp40.000 akan diterapkan jika mobil melewati gerbang mesin ERP. (pit)