"Kita tahu selama bertahun-tahun pelaksanaan UN ada ketidakjujuran yang masif dan 2016 ini kita serius menata masalah integritas jadi tingkat kejujuran untuk mencerminkan kinerja yang sebenarnya," ujarnya di Gedung Kemendikbud Lantai 2, Jakarta Pusat, Senin (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data yang diperoleh dari keluarnya hasil UN SMA Sabtu (7/5), nilai rata-rata UN yang diikuti SMA mengalami penurunan menjadi 54,78 yang artinya turun menjadi 6 point. Sedangkan, untuk SMK memiliki nilai rata-rata 57,66 yang tandanya turun menjadi 4 point.
Sama halnya dengan SMA jurusan IPS yang alami penurunan pada kecurangan sistematis dari 6.219 sekolah alami penurunan nilai menjadi 37,8 persen. Sedangkan, kecurangan individu dilakukan di 7.504 sekolah meningkat menjadi 45 persen dengan nilai ujian tidak memuaskan.
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Nizam, menambahkan meskipun nilai ujian alami penurunan namun indeks integritas alami peningkatan. Hal ini tak lain karena kerja sama dari pihak kepala sekolah yang tidak lagi melakukan kecurangan.
"Secara garis besar menurun (nilai rata-rata) namun indeks integritas meningkat," paparnya.
Data per provinsi yang diperoleh secara garis besar, Nizam menambahkan dari 34 provinsi, indeks integritas yang alami kenaikan terdapat di 24 provinsi. Meski begitu masih terdapat penurunan di sisa provinsi. Salah satu upaya yang akan terus dikembangkan adalah dengan melakukan kampanye integritas sekolah sebagai zona jujur. (den)