Pasokan uang disebut didapatkan dari kolega-kolega Ketua Umum non aktif PSSI itu. "Saya dengar informasinya begitu, sumber A1. Tidak perlu saya sebutkan (kurirnya). Jadi orangnya itu datang ke sana, diantar, kelihatannya begitu (membawa uang tunai)," kata Prasetyo di Kejagung, Jakarta, Jumat (20/5).
Dugaan terbaru, La Nyalla saat ini masih berdiam di Singapura. Padahal izin tinggalnya di negara singa itu telah habis sejak beberapa pekan lalu. Prasetyo berkata, pencarian dan pelacakan La Nyalla masih terus dilakukan lembaga adhyaksa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti dilihat di bagian imigrasi. Ada dong imigrasi berkata 'wah ini (La Nyalla) belum keluar nih'. Nanti mungkin dicari juga sama polisi Singapura," ujarnya.
La Nyalla memang sempat terbebas dari status tersangka setelah gugatan praperadilannya dimenangkan oleh Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam putusan praperadilan 12 April lalu, hakim menyatakan status tersangka La Nyalla dibatalkan karena bukti-bukti yang dimiliki penyidik Kejati Jawa Timur pernah dipakai untuk mengusut perkara lain sehingga tak bisa digunakan lagi dalam perkara tersebut.
La Nyalla ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur senilai Rp5,3 miliar. Ia diduga menggunakan dana hibah Kadin sebesar Rp5,3 miliar untuk kepentingan pembelian saham dalam penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering) Bank Jatim pada 2012. (rdk)