Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung, La Nyalla masih menyandang status tersangka karena sampai saat ini belum ada salinan putusan praperadilan yang diterima lembaga adhyaksa.
"La Nyalla masih tersangka karena kami belum menerima putusan praperadilan. Apabila Senin (30/5) kami menerima putusan dari pengadilan, kami akan segera mengeluarkan surat perintah penyidikan khusus baru untuk menetapkan La Nyalla sebagai tersangka kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang," ujar Maruli saat dihubungi, Jumat (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apabila La Nyalla tertangkap minggu ini langsung saya keluarkan sprindik khusus yang baru."Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung |
Menurut Maruli, kejaksaan masih terus memburu La Nyalla. Namun, pemulangan sang buron belum dapat dilakukan karena tidak adanya perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura.
"Apabila La Nyalla tertangkap minggu ini langsung saya keluarkan sprindik khusus yang baru. Kalau tidak, Senin mendatang saja menunggu putusan pengadilan," ujarnya.
"Kepala Kejati Jawa Timur akan mengeluarkan sprindik baru. Jangan tanya saya (waktunya kapan)," kata Prasetyo di Kejagung.
La Nyalla ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur senilai Rp5,3 miliar. Ia diduga menggunakan dana hibah Kadin sebesar Rp5,3 miliar untuk kepentingan pembelian saham dalam penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering) Bank Jatim pada 2012. (yul)