Try Sutrisno Hadiri Simposium 'Anti-PKI'

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Rabu, 01/06/2016 13:25 WIB
Try Sutrisno Hadiri Simposium 'Anti-PKI' Wakil Presiden RI keenam Try Sutrisno membuka Simposium Nasional ‘Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain’ di Balai Kartini, Jakarta. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden RI era Orde Baru, Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno, membuka Simposium Nasional ‘Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi Lain’ di Balai Kartini, Jakarta, hari ini.

Try berkata, simposium ini bertujuan untuk mengukuhkan Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara Indonesia. Dia menegaskan penolakannya terhadap kebangkitan PKI dan semua ideologi yang kandungan isi serta tindak-tanduk pendukungnya bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila.

"Kita harus mengukuhkan kembali dukungan kita kepada Pancasila dan menegaskan kembali penolakan kita terhadap komunisme dan PKI," kata Try di hadapan ratusan orang peserta, Rabu (1/6).


Try mengklaim, eks anggota dan simpatisan PKI saat ini telah menikmati seluruh hak mereka, baik sipil maupun politik.

Oleh sebab itu maraknya penggunaan atribut berlambang palu-arit dan aksi-aksi yang diduga mendukung penyebaran komunisme belakangan ini dianggap Try berlebihan.

Mantan ajudan Presiden Soeharto itu menyerukan penolakan jika negara diminta minta maaf kepada para pengikut PKI.
Ketua Panitia Pelaksana Simposium ‘Anti-PKI’, Letjen Purnawirawan Kiki Syahnakri, mengatakan simposium digelar karena dilatari kegelisahan atas ancaman terhadap Pancasila, UUD 1945, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dia menyebut ada lima tujuan utama penyelenggaraan simposium. Pertama, mempersatukan seluruh komponen bangsa guna menghadapi ancaman hegemoni global yang anti-Pancasila. Kedua, mencegah berbagai upaya untuk membangkitkan kembali PKI.

Ketiga, membangun kesadaran bangsa bahwa PKI telah melakukan pemberontakan berkali-kali terhadap NKRI. Keempat, menegaskan bahwa ideologi yang bertentangan dengan Pancasila tidak dapat hidup di NKRI dalam bentuk apapun.

Terakhir, untuk menghasilkan rekomendasi menyeluruh dan adil bagi pemerintah untuk menghadapi musuh Pancasila, khususnya bahaya laten komunis.

Di sela acara, pembawa acara mengajak peserta meneriakkan seruan, "Pancasila, Abadi!"
Selain Try Sutrisno, sejumlah pejabat negara juga hadir pada pembukaan simposium, antara lain Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Agus Widjojo dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana.

Sementara Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang dijadwalkan mengisi sambutan ternyata tidak hadir.

Hadir pula pemimpin Front Pembela Islam Habib Rizieq, Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Soerjadi, Ketua Gerakan Bela Negara Budi Sudjana, mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen Purnawirawan Kivlan Zen, dan sejumlah purnawirawan dan perwakilan ormas kepemudaan serta keagamaan.
(agk)