Ahok Sebut Banjir Rob Terjadi Bukan Akibat Proyek Reklamasi

Puput Tripeni, CNN Indonesia | Kamis, 09/06/2016 05:57 WIB
Basuki Tjahaja Purnama berkata, teori pasang surut air laut tidak sama dengan teori akuarium ikan. Basuki Tjahaja Purnama berkata, proyek reklamasi di pesisir utara Jakarta tidak berkaitan dengan banjir rob di Muara Baru. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berkata banjir air laut atau rob yang terjadi di Muara Baru, Jakarta, akhir pekan lalu, terjadi bukan karena proyek reklamasi di pesisir utara Jakarta.

"Kalau air laut pasang karena reklamasi, lalu air surut karena apa? Ada yang gali tanah di laut?" kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (8/6).

Menurut Ahok, teori pasang surut air laut tak sama dengan teori akuarium yang jika dimasukkan tanah, airnya akan naik. Naiknya air laut, kata Ahok, disebabkan air dalam bentuk es berkurang akibat pemanasan global. Adapun pasang surut, tutur Ahok, disebabkan gaya tarik bulan dan gravitasi bumi.


"Saya mau tegaskan masyarakat jangan bodoh, jangan mau dibodohi," ujar Ahok.

Selain itu, penyedotan air tanah, kata Ahok, menyebabkan permukaan tanah di Jakarta terus menurun. Ia menduga, air sungai di Jakarta tak lagi bisa mengalir menuju laut. "Karena enggak pasang pun air lebih tinggi," kata Ahok.
Jumat pekan lalu, tanggul di Perumahan Pantai Mutiara jebol. Kejadian itu menyebabkan banjir di kawasan perumahan sekitar pukul 20.30.

Dini hari usai jebolnya tanggul itu, ketinggian air di salah satu titik kompleks perumahan itu tercatat mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperkirakan, tanggul jebol karena erosi dasar tanggul dan hujan deras.

Di lokasi lain, banjir merendam kawasan Muara Angke akibat pagar pembatas pelabuhan ambruk. Air melimpah menggenangi rumah warga.
(abm/abm)