Kepada CNNIndonesia.com, Arief mengaku merindukan suasana berkumpul bersama keluarganya. Lantaran tahun lalu pria berusia 60 tahun ini mesti merayakan lebaran di Jakarta dengan menggelar open house dan ramah tamah bersama pejabat lainnya.
Saat tiba di kampung halaman nanti, Arief bersama keluarganya akan langsung melakukan ziarah ke makam mertua. Aktivitas ini telah menjadi rutinitas bagi Arief dan keluarga tiap lebaran tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pola makan ini telah dijaga Arief sejak bulan Ramadan. Tak seperti kebanyakan orang yang menggemari kolak pisang atau hidangan manis lain untuk berbuka, Arief sengaja memilih teh sebagai menu berbuka favoritnya. Menu makanan yang tersedia di rumahnya pun tak banyak. Dia mengaku hanya makan seadanya seperti hari biasa di luar bulan Ramadan.
"Saya di bawah pengawasan dokter untuk menjaga pola makan. Jadi pantangannya ya makanan yang manis-manis," katanya.
Namun sebagai pejabat publik, tak jarang Arief mendapat undangan untuk berbuka bersama. Di tiap acara berbuka, lulusan doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro tak mampu menghindari sajian makanan manis yang dihidangkan.
"Ya enggak apa-apa kalau sedikit, kan kalau lagi buka di luar saja boleh makan manis," tuturnya kemudian tertawa. (pit)