Kemhan Prioritaskan Anggaran untuk Pangkalan Militer Natuna

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Jumat, 01/07/2016 16:47 WIB
Kemhan Prioritaskan Anggaran untuk Pangkalan Militer Natuna Ilustrasi. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembangunan pangkalan militer di Natuna, Kepulauan Riau, menjadi prioritas pemerintah menyusul ketegangan yang terjadi di perairan kawasan itu antara Indonesia dengan China. Pemerintah RI segera “membentengi” Natuna yang berhadapan dengan wilayah sengketa Laut China Selatan dari kemungkinan “dicaplok” negara lain.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan anggaran pertahanan yang diterima kementeriannya dan TNI saat ini sebagian diprioritaskan untuk penguatan pangkalan militer di Natuna. Sementara sisa anggaran digunakan untuk perbaikan alat utama sistem senjata (alutsista) seperti penggantian suku cadang dan mesin peralatan perang.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan dan TNI telah mengajukan anggaran tahun 2017 kepada DPR RI sebesar Rp104 triliun hingga Rp107 triliun.


Kementerian Pertahanan –bersama Kepolisian Republik Indonesia– juga mendapat tambahan pagu (batas tertinggi) anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016.

“APBNP 2016 fokus pada pembangunan pertahanan dan keamanan, terutama untuk memperkuat stabilitas keamanan,” kata Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, Rabu (29/6).

Alokasi anggaran Kemhan dalam APBNP 2016 mencapai Rp108,7 triliun atau naik Rp9,3 triliun dari alokasinya pada APBN 2016 sebanyak Rp9,3 triliun.

Selain ke Kemhan dan Polri, anggaran pertahanan keamanan juga dialokasikan ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Direktur Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, mengatakan tambahan anggaran pertahanan keamanan itu terutama untuk membeli alutsista.

“Untuk meningkatkan wibawa pertahanan kita (Indonesia),” ujar Bambang.

Armada perang

Ryamizard menyatakan pangkalan militer Natuna akan dilengkapi dengan armada besar. Pembangunan tak hanya dari sisi infrastruktur, tapi juga penambahan personel TNI.

Pangkalan militer di Natuna akan dilengkapi tiga kapal perang TNI Angkatan Laut, kapal selam, satu pesawat tempur, radar, dan drone penangkis serangan udara. Pelabuhan di Natuna juga akan diperbaiki, sedangkan landasan pacunya diperlebar untuk tempat mendarat pesawat tempur.

Dari segi penguatan personel, Ryamizard akan menambah satu kompi marinir dan satu kompi Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara. Satu kompi Paskhas terdiri dari 150 sampai 200 personel. Satuan ini memiliki kemampuan tempur darat, laut, dan udara sekaligus.

Sementara TNI Angkatan Darat di Natuna akan dilengkapi dengan satu Batalyon Raider yang merupakan salah satu pasukan elite TNI.

Terkait pembangunan pangkalan militer di Natuna itu, Ryamizard telah memberikan instruksi kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk melakukan persiapan.

“Panglima TNI akan melanjutkan (instruksi) ke KSAD, KSAU, KSAL, sebagai pelaksana. Masalah runway (sama KSAU), masalah kapal sama KSAL,” kata Ryamizard di kantor Kemhan, Jumat (1/7).

September 2015, Ryamizard telah terbang langsung ke Natuna. Ia menyadari wilayah itu minim penjagaan dan karenanya rawan. Terlebih Natuna merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia.
(agk)