Pimpinan Tarekat Naqsabandiyah Sumatera Barat, Buya Syafri Malin Mudo mengatakan, penetapan awal lebaran dilakukan dengan metode hisab Munjid. Kita Munjid merupakan kitab yang dipercayai pengikut Naqsabandiyah secara turun menurun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang terpenting yakni menjaga suasana kondusif antar umat," ujarnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Padang Japeri Jarap meminta warga bersabar menyikapi perbedaan jatuhnya akhir Ramadan dan awal Syawal tersebut. menurutnya yang terpenting yakni menjaga suasana kondusif antar umat.
Kementerian Agama baru hari ini menggelar sidang isbat. Diperkirakan lebaran akan jatuh pada hari Rabu lusa. Sementara ormas Muhammadiyah sudah jauh-jauh hari menetapkan Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada Rabu, 6 Juli 2016. (sur/antara)