Kekompakan Muhammadiyah dan NU soal 1 Syawal Disyukuri

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Senin, 04/07/2016 21:02 WIB
Muhammadiyah dan NU sependapat soal penetapan bulan Ramadan dan Syawal. Seluruh umat muslim di Indonesia dapat merayakan Lebaran pada hari yang sama. Muhammadiyah dan NU sependapat soal penetapan bulan Ramadan dan Syawal. Seluruh umat muslim di Indonesia dapat merayakan Lebaran pada hari yang sama. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Besar Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama menetapkan 1 Syawal 1437 Hijiriah jatuh pada hari yang sama, yakni 6 Juli 2016. Majelis Ulama Indonesia bersyukur dua organisasi keagamaan besar itu memutuskan hal yang sama terkait Lebaran tahun 2016.

Ketua MUI, Ma'ruf Amin, mengatakan hal tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan (ukhuwah islamiyah) di antara umat muslim Indonesia.

"Semoga umat Islam ke depan, sebagai unsur berbangsa dan bernegara, dapat menjadi kekuatan yang bersatu," kata Ma'ruf di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (4/7).


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga mensyukuri hal serupa. Ia berkata, tahun ini umat muslim di seluruh Indonesia dapat merayakan Idul Fitri secara bersamaan.

Lukman pun berterima kasih kepada petinggi Muhammadiyah dan NU yang menurutnya telah mewujudkan kebersamaan umat Islam, sejak penetapan bulan Ramadan hingga Syawal.

"Saya bersyukur, dengan ini seluruh umat muslim dapat memasuki Syawal bersama pada Rabu besok," ujarnya.
Pemerintah menetapkan bahwa Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriah jatuh pada Rabu, 6 Juli 2016. Penetapan itu didasarkan pada sidang isbat sore tadi.

"Ramadan digenapkan menjadi 30 hari. Maka Selasa besok umat Islam masih berpuasa. 1 Syawal jatuh pada lusa, hari Rabu, 6 Juli 2016," kata Lukman. (abm/abm)