Pemudik Tuntut Upah Jalan Kaki ke Jakarta Lewat Pantura

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Sabtu, 09/07/2016 20:46 WIB
Demi mendapatkan upahnya yang belum dibayar perusahaan, Watimin berjalan kaki dari Cilacap menuju Jakarta, mengandalkan masjid sebagai tempat beristirahat. Ilustrasi mudik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pemudik asal Cilacap bernama Watimin (34) kembali pulang ke Jakarta dengan berjalan kaki melalui jalur Pantai Utara (Pantura). Dia berangkat dari kampung halamannya di Desa Pucung Lor, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat sore (8/7).

Selama perjalanan, Watimin mengaku hanya membawa bekal uang seadanya dan beberapa pakaian yang disimpan dalam tas punggung. Tas itu ditempeli selembar kertas putih terbungkus plastik tertulis "Dari Kroya Cilacap Jawa Tengah ke Jakarta Kalideres Jalan Kaki Lewat Pantura". Dia juga membawa tongkat berbendera Merah Putih.

Ketika ditemui wartawan di Cilongkok, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu (9/7) siang, Watimin mengaku berjalan kaki dari rumahnya di Kecamatan Kroya, Cilacap, ke kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Dia akan menemui pimpinan tempatnya bekerja.


"Saya berniat jalan kaki dari Kroya sampai Kalideres, Jakarta Barat. Saya akan ke tempat kerja, proyek di Kalideres," ujar Watimin seperti diberitakan Antara.

Watimin mengatakan tujuannya mendatangi lokasi proyek di Kalideres untuk menyelesaikan urusan dengan pihak perusahaan lantaran belum membayar upah kepada Watimin dan sejumlah orang yang diajaknya bekerja dalam proyek tersebut.

"Saya ingin menyelesaikan itu (upah yang belum dibayar oleh perusahaan)," kata Watimin.

Dia berharap, tekadnya berjalan kaki dari Cilacap ke Jakarta dapat menyelesaikan urusannya dengan baik. Watimin menargetkan jalan kaki yang dia lakukan sendiri itu dapat ditempuh dalam waktu 25 hari. Dia memilih masjid sebagai tempat peristirahatannya. (gil/gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK