Bantahan mengenai permintaan bilik kamar ini diperoleh pengamat terorisme, Muhammad Jibriel dari istri Nuaim, Nunik Haryani.
“Pemicu keributan bukan karena permintaan bilik asmara, namun permintaan ruang pertemuan yang lebih bersih dan bebas rokok untuk para keluarga yang mengunjungi Nuaim dan para narapidana teroris lainnya,” kata Jibriel, Senin (11/8).
Lihat juga:JK Tak Setuju Wacana Penjara Khusus Teroris |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nuaim menjadi marah karena mendapat informasi petugas menahan istrinya berkunjung, dia kemudian mengamuk,” kata Jibriel.
“Orangnya temperamen tinggi, semangatnya tinggi,” kata Jibriel.
Nuaim Baasyir ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror di Surakarta, pada Mei 2013 dengan sangkaan berperan dalam memasok senjata ke kelompok teroris. Kemudian dia divonis hukuman enam tahun penjara.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly menyatakan mendapatkan laporan pemindahan Nuaim akibat keributan yang dipicu permintaan bilik asmara.
Menurut Yasonna, permintaan kamar khusus ini sulit dipenuhi, karena lapas dan rutan masih terkendala persoaalan kapasitas yang berlebihan.
“Di beberapa negara (bilik asmara) itu ada, namanya konjugal visit, tapi kita belum bisa menyediakan saat ini, karena fasilitas belum memungkinkan. Kami menangani masalah over kapasitas dulu,” kata Yasonna. (yul)