Dalam pertemuan tersebut Ryamizard ingin mengimbau para pengusaha agar menaati jalur-jalur pelayaran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Tujuannya untuk mengurangi resiko penculikan yang belakangan kembali marak menyasar awak kapal asal Indonesia.
Menurutnya, saat ini ada beberapa perusahaan pemilik kapal tongkang yang tidak menaati jalur yang sudah ditetapkan sebelumnya. Saat mereka menggunakan jalur lain, mereka malah diculik oleh kelompok separatis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerja sendiri yang dimaksud Ryamizard adalah pemerintah mengusahakan kapal-kapal tongkang dijaga oleh prajurit TNI. Namun seandainya kapal itu melalui jalur yang salah maka penculikan masih mungkin terjadi.
Lihat juga:Deretan Penculikan Awak Kapal Indonesia |
Kasus penculikan di perairan Sabah itu terjadi saat Indonesia tengah berupaya membebaskan tujuh WNI lainnya yang diculik di Laut Sulu, barat daya Filipina, 20 Juni lalu. (wis)