Menhan Minta Pengusaha Tongkang Taati Jalur Pelayaran

Aulia Bintang, CNN Indonesia | Kamis, 14/07/2016 16:20 WIB
Ada beberapa perusahaan pemilik kapal tongkang tidak menaati jalur yang ditetapkan. Saat menggunakan jalur lain, mereka diculik oleh kelompok separatis. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berencana bertemu dengan sejumlah pengusaha pemilik tongkang batu bara pada awal pekan depan.

Dalam pertemuan tersebut Ryamizard ingin mengimbau para pengusaha agar menaati jalur-jalur pelayaran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Tujuannya untuk mengurangi resiko penculikan yang belakangan kembali marak menyasar awak kapal asal Indonesia.
Pertemuan itu rencananya akan diadakan di Kalimantan Selatan. "Saya akan ke Kalimantan Selatan dan mengumpulkan pemilik kapal tongkang batu bara," kata Ryamizard saat ditemui di Istana Negara, Kamis (14/7).

Menurutnya, saat ini ada beberapa perusahaan pemilik kapal tongkang yang tidak menaati jalur yang sudah ditetapkan sebelumnya. Saat mereka menggunakan jalur lain, mereka malah diculik oleh kelompok separatis.


Tak mau kejadian yang sama berulang, Ryamizard akan meminta para pengusaha tersebut untuk lebih disiplin dengan menaati jalur yang ada. Dia tak mau pemerintah bekerja sendiri, padahal, kesalahan ada di perusahaan tersebut.

Kerja sendiri yang dimaksud Ryamizard adalah pemerintah mengusahakan kapal-kapal tongkang dijaga oleh prajurit TNI. Namun seandainya kapal itu melalui jalur yang salah maka penculikan masih mungkin terjadi.

"Kita (tentara) disiplin, tapi pengusaha juga harus disiplin karena kalau mereka melalui rute lain dan diculik maka itu salah mereka sendiri," ujar dia.
Penculikan dan penyanderaan terhadap warga Indonesia kembali marak terjadi. Pada insiden terakhir di perairan Sabah, Malaysia, tiga orang anak buah kapal (ABK) berpaspor Indonesia diculik komplotan yang diduga bagian dari kelompok Abu Sayyaf.

Kasus penculikan di perairan Sabah itu terjadi saat Indonesia tengah berupaya membebaskan tujuh WNI lainnya yang diculik di Laut Sulu, barat daya Filipina, 20 Juni lalu. (wis)