Saat ini, kata Luhut, pemerintah baru akan menjalin komunikasi dan pendekatan kepada sisa kelompok Santoso. "Kalau mereka turun semua, ya kami pertimbangkan untuk berikan pengampunan. Karena mereka itu juga warga negara Indonesia," kata Luhut di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/7).
Luhut menyatakan, dalam mengatasi kelompok separatis dan terorisme, pemerintah mengedepankan penggunaan pendekatan lunak melalui agama dan budaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut mencontohkan Abu Wardah alias Santoso pemimpin jaringan Mujahidin Indonesia Timur yang terpaksa ditembak mati karena tidak dapat diatasi melalui pendekatan lunak.
"Kami akan perlakukan dengan baik kalau mereka menyerah. Tapi kalau mereka tidak mau, ya sudah kami lakukan hard power," ucapnya.
Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi sebelumnya memaparkan, dari baku tembak yang menewaskan Santoso, terdapat tiga orang yang lolos.
Ketiga orang tersebut diduga adalah Jamiatun Muslim alias Atun alias Bunga alias Umi Delima (istri Santoso), Nurmi Usman alias Oma (istri Basri), dan satu lelaki.
Lihat juga:Interview Eksklusif Adik Santoso |
Rudy memastikan jajarannya terus mencari ketiga orang itu dan 16 orang lain yang dipimpin Ali Kalora. Total diperkirakan masih ada 19 orang anggota kelompok Santoso yang belum tertangkap.
Sementara, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, operasi Tinombala bakal terus dilakukan sampai seluruh kelompok teroris di kawasan Poso berhasil dilumpuhkan. (wis)