Penunjukan Wiranto ini memiliki konsekuensi terhadap posisinya sebagai ketua umum partai. Hal ini karena dalam pemerintahan Jokowi tidak diperbolehkan rangkap jabatan.
Menurut Sekretaris Jenderal Hanura Berliana Kartakusumah, posisi Wiranto sebagai ketum akan dibicarakan dengan anggota partai untuk dapat diambil keputusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal yang berkaitan (ketua umum) berhalangan tetap atau berhalangan sementara dan seterusnya ada di AD/ART kami," kata Berliana di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/6).
Lihat juga:Kejutan Sri Mulyani dan Politik Aman Jokowi |
Walaupun demikian, Berliana mengapresiasi keputusan presiden untuk mengangkat Wiranto sebagai Menko Polhukam.
Menurut Berliana, terpilihnya Wiranto didasari atas kepercayaan yang diberikan oleh Jokowi.
"Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada presiden yang mempercayakan Menteri Kemenko Polhukam kepada Wiranto," ujarnya.
Berliana mengatakan keputusan Wiranto untuk mengikuti amanah presiden sudah tepat. Hal ini didasarkan pada pengabdian untuk negara yang menjadi prioritas utama dibandingkan pengabdian lainnya.
"Kami berkeyakinan bahwa kemaslahatan bangsa adalah di atas segala-galanya dalam keputusan presiden termasuk dalam memposisikan seseorang kemudian juga mengistirahatkan seseorang di dalam pemerintahannya," tuturnya.
Hari ini (27/6), Presiden Joko Widodo mengumumkan perombakan sejumlah menteri dan lembaga. Luhut Binsar Pandjaitan kini menempati posisi baru sebagai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro digeser menjadi Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Pejabat Menteri PPN/Kepala Bappenas yang lama, Sofyan Djalil digeser menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang.
Sejumlah menteri dengan wajah baru lainnya adalah:
Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan: Wiranto
Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati
Menteri Desa dan Daerah Tertinggal: Eko Putro Sandjojo
Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Muhadjir Effendi
Menteri Perdagangan: Enggartiasto Lukito
Menteri Perindustrian: Airlangga Hartarto
Menteri Energi Sumber Daya Mineral: Chandra Tahar
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Asman Abnur. (rel)