"Terjadi kebobrokan di RSUD Jakarta. Kami rapat dengan Kepala Dinas Kesehatan. Baru dua hari, saya dapatkan lagi berarti belum ada tindakan," kata Prasetio setelah bertemu dengan Eti Herlina, warga yang melaporkan praktik percaloan, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (26/8).
Eti Herlina sebagai pemilik BPJS Kesehatan menyebut sudah mengantre dari pukul 05.00 WIB namun mendapatkan nomor antrean ke-35.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ada calonya, berperawakan pendek besar dan menggunakan celana pendek," ujar Prasetio.
Menurut Prasetio, pelayanan di rumah sakit lebih mengutamakan sisi komersil. Akibatnya, pasien BPJS tersingkir
Atas kasus tersebut, DPRD meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbaiki sistem rumah sakit agar lebih menjamin ketepatan waktu dan tak ada lagi praktik percaloan.