Kerusakan Mesin Diduga Penyebab Kecelakaan Pesawat di Cirebon
Abraham Utama | CNN Indonesia
Selasa, 30 Agu 2016 15:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Jawa Barat berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat latih di Cirebon, Selasa (30/8) pagi tadi.
Untuk sementara, kepolisian menduga pesawat latih milik PT Angkasa Aviation Academy School itu jatuh akibat kerusakan mesin.
"Kami kordinasi dengan TNI AU, lalu investigasi bersama dengan KNKT," ucap Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Yusri Yunus di Bandung, seperti dilansir Antara.
Yusri menuturkan, pesawat jenis Cessna 172 itu jatuh ketika terbang dalam rangka pelatihan. Pesawaat yang diawaki Dana Aviantara dan Novriandi itu mendarat darurat di Blok Sinabe, Kecamatan Mundu, sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut Yusri, sekolah penerbangan pemilik pesawat itu biasanya berlatih di Bandara Panggung, Cirebon. Area itu dioperasikan TNI Angkatan Udara.
Tidak dapat korban jiwa akibat kecelakaan pesawat itu. Yusri berkata, Dana dan Novriandi mengalami luka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Ciremai.
Berdasarkan catatan KNKT, setidaknya tujuh pesawat latih jatuh dalam sembilan terakhir.
Kejadian terakhir terjadi 18 Agustus lalu. Ketika itu, pesawat Cessna 172 milik Perkasa Flight School jatuh di Tasikmalaya.
Peristiwa itu tak menyebabkan korban jiwa. Pesawat itu mendarat dalam posisi terbalik. Ekor pesawat masih utuh, sedangkan sayap pesawat terlihat patah. (abm)
Untuk sementara, kepolisian menduga pesawat latih milik PT Angkasa Aviation Academy School itu jatuh akibat kerusakan mesin.
"Kami kordinasi dengan TNI AU, lalu investigasi bersama dengan KNKT," ucap Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Yusri Yunus di Bandung, seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak dapat korban jiwa akibat kecelakaan pesawat itu. Yusri berkata, Dana dan Novriandi mengalami luka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Ciremai.
Peristiwa itu tak menyebabkan korban jiwa. Pesawat itu mendarat dalam posisi terbalik. Ekor pesawat masih utuh, sedangkan sayap pesawat terlihat patah. (abm)