Indonesia Keluarkan Travel Advisory soal Zika

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Rabu, 31/08/2016 17:36 WIB
Indonesia Keluarkan <i>Travel Advisory</i> soal Zika Riset virus Zika di Singapura. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan otoritas kesehatan Singapura terkait dengan virus Zika. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia mengeluarkan travel advisory atau saran tidak melakukan perjalanan ke negara yang diduga terjangkit virus zika, terkait dengan peningkatan jumlah penderita di Singapura.

Saat ini, jumlah kasus penderita virus zika di Singapura mengalami peningkatan signifikan, dari 41 menjadi 82 kasus.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengimbau agar masyarakat Indonesia untuk tidak pergi sementara waktu ke Singapura atau negara terjangkit virus zika. Dia meminta warga untuk memikirkan hal itu sebelum bepergian.


"Saya mengimbau, karena ini ada travel advisory (dari Kementerian Luar Negeri) untuk yang mau bepergian mungkin boleh memikirkan kembali," ujar Nila di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/8).

Nila menuturkan imbauan itu ditujukan terutama kepada para ibu hamil. Mereka, sambungnya, disebut paling rentan terkena dan berpotensi mengakibatkan mikrosefali bagi bayi. Secara umum mikrosefali adalah gangguan saraf yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil.

Dia mengatakan Kementerian Kesehatan berkoordinasi terlebih dulu dengan Kementerian Luar Negeri. Sedangkan untuk di dalam negeri, pihaknya menginstruksikan kantor kesehatan di setiap bandara lebih waspada.

Salah satunya, kata Nila, memasang alat thermal scanner, alat pendeteksi suhu tubuh, terutama di pintu masuk luar negeri menuju Indonesia seperti di Batam dan Jakarta.

Nila juga mengimbau agar masyarakat turut waspada terhadap penyebaran virus zika. Dia meminta agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan dari sarang nyamuk.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan KBRI dan otoritas kesehatan Singapura, terkait dengan penyebaran virus zika.

Dari koordinasi itu, Sabar menuturkan, pihaknya belum dapat mengklarifikasi kebenaran satu WNI yang dilaporkan terjangkit virus zika.

"Masih dilacak sampai siang ini. Sampai saat ini memang belum ada WNI dari 82 kasus itu dilaporkan kepada kami," ujar Subuh.

(asa)