Yuddy Chrisnandi Jabat Tim Ahli Jusuf Kalla

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Jumat, 02/09/2016 09:33 WIB
Yuddy Chrisnandi Jabat Tim Ahli Jusuf Kalla Selepas jabatan menteri melayang, Yuddy Chrisnandi kembali ke lingkungan Istana. Kini ia tak membantu Presiden Jokowi, tapi Wakil Presiden Jusuf Kalla. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yuddy Chrisnandi, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, kini kembali ke lingkungan Istana. Kali ini ia tak membantu Presiden Jokowi, melainkan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Yuddy diangkat menjadi anggota Tim Ahli JK –sapaan Jusuf Kalla. Namun ia enggan membeberkan alasan dipilihnya dia menjadi Tim Ahli Wapres.

“Tanya ke Pak Wapres yang memberikan kepercayaan pada saya untuk menjadi Tim Ahli Wakil Presiden,” kata Yuddy melalui pesan singkat tertulis, Kamis (1/9).


Namun ia berkata, menduga JK tak ingin ada profesor yang berhenti berkontribusi bagi pemerintah saat ini.

Yuddy tercatat sebagai Guru Besar bidang Pembangunan Ekonomi Industri dan Kebijakan Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nasional Jakarta. Gelar itu ia peroleh saat masih menjabat sebagai menteri, Mei 2015, berdasarkan penelitiannya soal “political engineering.”

Menurut Yuddy, guru besar seperti dia tak bisa hanya menghabiskan waktu di kampus. Oleh sebab itu saat tawaran dari JK datang, kata Yuddy, dia tak bisa menolak.

“Beliau (Jusuf Kalla) memberikan kepercayaan dan saya dengan senang hati bersedia menerima itu. Semoga pengetahuan dan pengalaman saya sebagai menteri bisa bermanfaat untuk tugas ini,” ujar Yuddy.

Dengan masuknya Yuddy, jumlah Tim Ahli Wapres kini menjadi empat orang. Tiga orang lainnya adalah Sofjan Wanandi, Muhammad Iksan, dan Shinta Widjaja Kamdani.

Selain tim ahli, enam staf khusus juga dimiliki Jusuf Kalla. Mereka adalah Alwi Hamu sebagai staf khusus bidang umum, Muhammad Abduh selaku staf khusus bidang infrastruktur dan investasi, Husein Abdulah sebagai staf khusus bidang komunikasi dan informasi, Wijayanto Samirin selaku staf khusus bidang ekonomi dan keuangan, Satya Arinanto sebagai staf khusus bidang hukum, dan Syahrul Udjud sebagai staf khusus bidang penanggulangan kemiskinan dan otonomi daerah.
(agk)