Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan, duga regu Brigade Mobil (Brimob) siap dikirim ke Distrik Mulia untuk memperkuat pasukan yang memburu pelaku penembakan.
Selain itu, anggota gabungan Polri dan TNI juga telah melakukan sweeping untuk mengantisipasi masuknya senjata api di distrik tersebut. “Aparat sudah kami perintahkan melakukan pengejaran pada kelompok bersenjata yang melakukan penembakan terhadap guru honorer,” kata Paulus, Selasa (13/9), dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penembakan terjadi pada hari Senin sekitar pukukl 18.00 WIT saat Yuni tengah menjadi tukang ojek. Guru honorer berusia 27 tahun ini menderita luka tembak di bagian leher sebelah kanan yang tembus hingga ke hidung sebelah kanan dan luka tembak pada bagian punggung.
Yuni langsung dilarikan ke RSUD Mulia Puja. Pelaku diduga adalah penumpang yang menggunakan jasa Yuni sebagai tukang ojeg, dan diperkirakan menggunakan senjata pendek.
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum mengetahui motif pelaku penembakan. (obs)