Anies Baswedan, Mantan Menteri yang Membidik Jakarta-1

Raja Eben Lumbanrau & Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Jumat, 23/09/2016 19:34 WIB
Anies Baswedan, Mantan Menteri yang Membidik Jakarta-1 Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan resmi menjadi bakal calon gubernur di Pilkada DKI Jakarta, 2017 meANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anies Baswedan dan Sandiaga Uno resmi diusung menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Anies dan Sandiaga diusung oleh Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera setelah melalui proses politik yang cukup panjang.

Anies dan Sandiaga akan melawan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. 

Pasangan Anies dan Sandiaga diprediksi bisa bersaing ketat dengan Ahok-Djarot. Terlebih, Anies dikenal publik sebagai sosok yang santun.

Sebelum dijadikan calon gubernur, Anies sempat menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan selama kurang lebih 20 bulan. Namun, posisi itu harus rela ia lepaskan pada Juli karena terkena kocok ulang kabinet jilid II di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia digantikan oleh Muhadjir Effendy.


Presiden RI Joko Widodo mengatakan, perombakan kabinet dilakukan demi menghadapi tantangan Indonesia yang tidak ringan, seperti memberantas kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

“Saya selalu ingin berusaha maksimal agar kabinet bekerja lebih efektif dan solid mendukung sehingga hasil nyata dalam tempo yang cepat. Sehingga saya dan Pak Wakil Presiden memutuskan merombak kabinet kedua," kata Jokowi saat itu.

Apa yang dikemukakan oleh Jokowi sepintas menyiratkan ketidakmampuan sejumlah menteri termasuk Anies dalam mengemban tugasnya.

Namun, pandangan Jokowi itu berbanding terbalik dengan persepsi publik terhadap kinerja Anies sebagai menteri.  

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan CEO Lembaga Klimatologi Politik (LKP) Usman Rachman di 34 provinsi pada 24-29 Oktober 2015 dengan sampel responden sebanyak 784, terlihat Anies mendapatkan kategori baik sebagai menteri.

Kinerja Anies dinilai baik karena sejumlah program yang ia jalankan, seperti program kartu pintar, evaluasi kurikulum 2013, kemampuan menyerap anggaran, serta aktivitasnya yang kerap blusukan ke sejumlah wilayah terpencil.

Sebelum menjabat sebagai menteri, Anies juga sempat menjadi peserta konvensi calon presiden yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat pada 2014.

Ia juga menjadi salah satu tokoh kunci di balik kemenangan Joko Widodo pada Pilpres 2014. Dengan kata lain, Anies adalah produk yang relatif siap jual. Bukan hanya karena prestasinya sebagai menteri, juga sebab pengalamannya berkecimpung di panggung politik nasional.

Berbekal catatan itu, tak berlebihan jika Anies dan Sandiaga disebut bakal mampu bersaing dengan pasangan petahana Ahok-Djarot.

Meski demikian, kelemahan mendasar Anies-Sandi adalah ketiadaan pengalaman keduanya mengelola pemerintahan. Kerja Anies sebagai menteri beberapa waktu lalu, tak dapat disamakan dengan tugas seorang kepala daerah.

Sekarang, tinggal bagaimana tim sukses pasangan Anies dan Sandiaga memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh kedua pasangan tersebut, meyakinkan publik bahwa mereka mampu mengatur pemerintahan ibu kota, dan menaruh tim ahli di belakang duet.
(rel/agk)