Diketahui, dua kader Partai Demokrat yakni Ruhut Sitompul dan Hayono Isman, memilih untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP, Golkar, Hanura dan Nasdem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Demokrat kata Didik, tidak merasa khawatir dengan perbedaan sikap tersebut. Ia meyakini, cepat atau lambat pilihan pribadi tersebut akan menuai konsekuensi.
Jumat (23/9) lalu, Ruhut menyatakan tetap mendukung Ahok meski partainya mengusung Agus-Sylviana. Sebab, ia beralasan Agus bukanlah kader Demokrat.
"Aku sih tegas, kalau dia (SBY) dukung Agus, aku Ahok. Aku akan berpaling ke Ahok," kata Ruhut saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Ruhut juga mengaku kecewa dengan keputusan SBY tersebut. Dia juga menyinggung pernyataan mantan Presiden itu yang mengatakan anggota TNI aktif tidak boleh berkecimpung di dunia politik.
Walaupun demikian, Ruhut menyatakan dirinya menghargai keputusan Partai Demokrat yang mengusung Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dalam Pilkada DKI 2017.
"Aku hargai, tapi aku tidak bisa dukung mereka. Aku tetap ke Ahok," kata Ruhut.