"Kami tidak peduli jabatan atau popularitas. Saya enggak peduli. Yang penting orang harus kenang saya, kalau saya tidak terpilih lagi pun, orang akan melihat, saya yang membereskan Kampung Pulo dan Bukit Duri," kata Ahok, sapaan Basuki, di Bala Kota, Jakarta, Rabu (28/9).
Ahok mengaku tidak memiliki pilihan lain, selain menggusur Bukit Duri untuk normalisasi Kali Ciliwung. Melakukan normalisasi merupakan sumpah jabatan yang harus dilakukannya. Normalisasi itu bertujuan untuk antisipasi penanganan banjir saat hujan deras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengurangi titik banjir di Jakarta, kata Ahok, lebih penting daripada menjabat lima tahun lagi. Menurutnya, nama baik lebih penting dari pada jabatan yang diembannya.
"Kayak Pak Ali Sadikin udah meninggal gitu lama, dia seolah-seolah masih hidup, semua orang ngomongin Ali sadikin melulu. Kayak Gus Dur juga, kayak masih hidup aja, orang ngomongin dia terus," tutur Ahok.
Penggusuran kawasan Bukit Duri telah berlangsung hari ini. Penggusuran itu dilakukan hanya empat bulan jelang Pilkada. Ahok akan maju di Pilkada 2017 berpasangan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini, Djarot Saiful Hidayat.
Ahok-Djarot akan melawan bakal pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (wis/rdk)