Dalam praktiknya nanti, strategi meet the people diterapkan dengan cara bertemu dan menyerap langsung aspirasi warga Jakarta.
Ketua tim pemenangan Agus-Sylvi, Nachrowi Ramli mengungkapkan strategi tersebut dipilih agar pasangan yang masih seumur jagung tersebut bisa menarik hati masyarakat DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan, tim pemenangan sudah diinstruksikan untuk turun langsung ke masyarakat untuk mendengar aspirasi mereka.
Tim pemenangan Agus-Sylvia, kata Hinca, tak lagi mengusung model kampanye konvensional dengan menggunakan panggung hiburan sebagai daya tarik. Selain meninggalkan model kampanye konvensional, tim pemenangan juga akan berkampanye melalui media sosial dengan target insan muda Jakarta.
"Kami kan ada Bu Sylvi jadi arahnya memang ke anak muda dan perempuan," kata Hinca.
Elektabilitas pasangan Agus dan Sylvi di DKI Jakarta memang masih kalah dibandingkan dua pasangan lain yang akan mereka hadapi di Pilkada 2017. Namun begitu, berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia milik Denny JA, 'pasangan baru' itu akan bisa menarik dukungan dari kalangan muda.
Berdasarkan survei terbaru LSI, responden dengan usia 19 tahun ke bawah lebih menjatuhkan pilihannya ke Agus-Sylvi dibandingkan dua pasangan lain.
"Agus-Sylvi mendapatkan dukungan dari pemilih usia 19 tahun ke bawah sebanyak 33,80 persen, sedangkan Anies-Sandiaga 30,80 persen dan Ahok-Djarot 27,80 persen," kata peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby saat ditemui di Jakarta, Selasa (4/10).
Tak hanya di tataran anak muda di bawah umur 19 tahun, pasangan Agus-Sylvi juga di atas angin saat pemilih yang diincar berumur di antara 20 dan 29 tahun.
Di umur itu, Agus dan Sylvi superior dengan mendapatkan dukungan sebanyak 28,10 persen. Angka itu jauh di atas pasangan lainnya, Anies-Sandi 21,10 persen dan Ahok-Djarot 22,80 persen. (wis)