Tak Terima Diserempet, Oknum Polisi Pukuli Wartawan Televisi

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Jumat, 07/10/2016 14:29 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono membenarkan adanya pemukulan oleh oknum polisi ke kontributor televisi swasta, Saiful Anwar. Wartawan melakukan aksi teatrikal saat berunjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang kontributor salah satu stasiun televisi swasta, Saiful Anwar (26), mengaku mendapat perlakuan kasar dari seorang oknum polisi di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (6/10) malam.

Berdasarkan pengakuannya, peristiwa itu bermula saat Saiful tengah bergegas meliput sebuah kejadian di Jakarta Pusat. Secara tidak sengaja, setang motor yang dikendarainya menyerempet bagian tubuh seorang oknum polisi yang sedang mengatur arus lalu lintas.

"Saya terburu-buru karena saya mengejar sebuah bandeng (mayat) di kawasan Cempaka Putih. Setang motor saya hanya menyentuh tangannya hingga handytalkie anggota tersebut jatuh," kata Saiful saat dikonfirmasi, Jumat (7/10).


Tak terima diserempet, menurutnya, oknum polisi itu langsung mengejar dengan kendaraan dinas dan meminta Saiful berhenti.

Setelah berhenti, aksi adu mulut pun tak terhindarkan. Saiful mengaku sempat meminta maaf kepada oknum polisi tersebut.

Namun, tiba-tiba oknum polisi yang disebut menjabat sebaga Kepala Unit Satuan Bhayangkara Polsek Senen itu langsung melayangkan pukulan ke wajah Saiful yang mengakibatkan bagian bawah mata Saiful terluka.

Beberapa menit berselang, ia menyampaikan, seorang oknum polisi lainnya tiba di lokasi dengan sebuah mobil. Saiful langsung dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa ke Markas Besar Polri.

Di dalam mobil, Saiful mengaku kembali dipukuli. Bahkan oknum polisi itu sempat menodongkan pistol ke arah kaki Saiful.

"Saya diborgol dan dimasukan ke dalam mobil dipukuli kembali serta diancam ditembak kaki saya," tutur Saiful.

Setibanya di Mabes Polri, ia mengaku dipaksa untuk membuat surat pernyataan di atas materai. Surat tersebut berisi kesepakatan agar Saiful tidak memperpanjang kasus ini.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono membenarkan adanya aksi pemukulan terhadap Saiful.

Namun, ia membantah bahwa aksi pemukulan dilakukan oleh anggota polisi yang berdinas di Polsek Senen. Menurutnya, aksi pemukulan dilakukan oleh oknum polisi yang tiba saat adu mulut tengah terjadi.

"Katanya polisi juga. bukan dari Jakarta Pusat atau Polda. Kita lihat siapa ini. Saya tidak bisa sebut kalau belum ada faktanya, laporannya belum ada. Makanya kita telusuri anggota suruh ke sana," kata Awi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, oknum polisi yang ikut memukul dan menodongkan pistol ke arah kaki Saiful merupakan anggota Direktorat IV Narkoba Bareskrim Polri. (rel/abm)