Tersangka Mutilasi Bayi Diduga Stres Sejak Menikahi Polisi

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Kamis, 06/10/2016 15:56 WIB
Tersangka Mut diduga mengalami stres sangat tinggi karena mengemban beban kehidupan yang berat sejak menikah dengan Ajun Inspektur Dua Deni Siregar. Ilustrasi pembunuhan. (Thinkstock/Joe Belanger)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menduga tersangka kasus mutilasi bayi di Cengkareng, Jakarta Barat, Mut (28), mulai mengalami stres sejak menikah dengan Ajun Inspektur Dua Deni Siregar. Sebab, sejak menikah, Mut hanya menjadi ibu rumah tangga.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan sebelum menikah, Mut adalah seorang karyawan sebuah perusahaan. Bahkan, kehidupan ekonomi keluarga Mut bergantung pada penghasilan yang diperolehnya setiap bulan.

"Ini yang nanti kami dalami. Pribadi ini yang bersangkutan kan dulu tulang punggung keluarga. Lalu yang bersangkutan menjadi ibu rumah tangga," kata Awi di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat pada Kamis (6/10).


Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Mut mengalami stres yang sangat tinggi. Polisi menduga, Mut mengemban beban kehidupan yang berat.

"Ini juga akan kami dalami. Apakah itu juga berpengaruh terhadap depresi, ahli yang bisa menyampaikan itu," ujar Awi.

Mut ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan. Ia diduga telah memutilasi bayi laki-lakinya, A, yang baru berusia satu tahun.

Tak hanya bayi laki-lakinya, Mut juga diduga menyiksa anak pertamanya, KLS (2). Kini, anak pertamanya itu telah dibawa ke klinik oleh polisi dan warga setempat. (rel/wis)