MUI: Provokator Gunakan Kesempatan Buat Rusak Kondisi Jakarta

Basuki Rahmat, CNN Indonesia | Senin, 10/10/2016 05:12 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mengatakan masalah isu negatif disalurkan dan diproses melalui jalur hukum. Ketua MUI Ma'ruf Amin meminta masyarakat ibu kota untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang negatif mendekati Pilkada Jakarta. (CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Majelis Ulama Indonesia meminta masyarakat Jakarta untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang negatif menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ketua MUI Ma'ruf Amin mengatakan bahwa saat seperti ini, provokator menggunakan kesempatan untuk merusak keadaan, sehingga semua pihak harus bersama-sama menjaganya.

"Kondisi Jakarta harus dijaga supaya tetap kondusif, artinya tidak ada konflik-konflik di lapangan. Masalah isu negatif kita salurkan dan proses melalui jalur hukum," kata Ma'ruf, Minggu (9/10), seperti dikutip dari Antara.


Ma'ruf mengingatkan masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan isu suku, ras, dan agama yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Masyarakat, kata dia, juga tidak boleh mengambil langkah-langkah sendiri yang dapat destruktif, tindakan anarkis atau melakukan tindakan yang membahayakan.

"Jangan ambil langkah sendiri, serahkan saja kepada pemerintah dan Polri supaya ditangani secara hukum," ujarnya lagi.

Ma'ruf mengatakan, saat ini MUI belum mengeluarkan pendapat mengenai dugaan penistaan Alquran yang disampaikan oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena menyebut surat Al Maidah ayat 51 itu berbohong yang disebarkan di media sosial.

"Kami tidak akan keluarkan fatwa, tapi mengeluarkan pendapat, nanti MUI setelah mendapat masukan-masukan dan mendengarkan langsung utuh rekaman video itu," ujarnya.

Dia mengatakan, MUI belum mengadakan rapat serta belum mendengarkan secara utuh rekaman video tersebut.

Karena itu, menurut Ma'ruf, ada beberapa isu terkait video Ahok tersebut, pertama, ada tuduhan itu menistakan agama dengan surat Al Maidah dimana Ahok menyatakan surat Al Maidah itu kebohongan.

Kemudian, menurut dia lagi, ada juga yang mengatakan bahwa yang dihina itu bukan Alquran, tapi ulama, kiai dan ustaz yang disebutnya sebagai membohongi masyarakat karena memberikan penjelasan terhadap surat Al Maidah tidak boleh mengatakan memilih pemimpin non-Muslim.

"Nanti MUI akan membuat pendapat kemudian disampaikan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk ditindaklanjuti," katanya lagi.

Ma'ruf menambahkan, tidak boleh ada tindakan-tindakan anarkis, karena akan mengganggu situasi yang kondusif di Jakarta. (obs/obs)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK