Menhub Respons Operasi Tangkap Tangan: Ada Laporan Pungli

Basuki Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 11/10/2016 16:57 WIB
Kepolisian menggeledah Kementerian Perhubungan. Menhub Budi Karya mengatakan, mendapat berbagai laporan indikasi soal pungutan liar di internal instansinya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menyusul operasi tangkap tangan oleh aparat kepolisian di Kementerian Perhubungan, Selasa (11/10) sore ini, Menhub Budi Karya Sumadi angkat suara terkait kasus dugaan pungutan liar di Kemenhub.

Budi Karya melalui keterangan tertulisnya yang disampaikan Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Internasional, Dewa Made Sastrawan, menyatakan sejak dilantik dan mulai menjalankan tugas sebagai Menhub, dia sudah menegaskan kepada jajaran untuk memberi pelayanan terbaik kepada semua stakeholder dan tidak melakukan praktik pungutan liar (pungli).

“Satu bulan menjabat sebagai Menhub, saya mendapatkan berbagai laporan indikasi pungli di internal kementerian, khususnya di bidang pelayanan perizinan,” kata Budi Karya.
Budi Karya menyatakan, karena kasus ini sudah menyangkut ranah hukum pidana, maka kepolisian sebagai pihak berwajib langsung berkoordinasi aktif.


“Kami menemukan fakta-fakta awal dan kemudian disampaikan ke pihak kepolisian untuk melakukan investigasi hingga diperoleh bukti kuat dan terjadi operasi tangkap tangan di unit perizinan,” kata Budi.

Ia menuturkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang sudah bekerja maksimal membongkar kasus ini. Dia juga berharap operasi ini dapat  memberikan efek jera bagi para oknum pelaku.

"Saya meminta kepada seluruh jajaran Kemenhub untuk segera menghentikan praktik KKN (kolusi korupsi nepotisme) di semua tingkatan, dan menjadikan ini momentum introspeksi agar institusi ini benar-benar menjalankan tugas sebagai pelayan publik yang berintegritas," kata Budi Karya. (obs/agk)