Mereka diduga dibunuh karena akan membuka kedok penipuan yang selama ini dilakukan Taat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu pernah ada yang dilimpahkan ke POM (Polisi Militer) TNI," kata Agus.
Sebelumnya, Panglima Daerah Militer V/Brawijaya Mayor Jenderal I Made Sukadana mengakui sejumlah oknum TNI dan Polri menjadi "tameng" Padepokan.
Para oknum tersebut berkedok "murid" padahal bertugas melindungi pemimpin padepokan, yaitu Taat Pribadi. "Mereka dijadikan 'tameng' saja agar Dimas Kanjeng disegani orang," kata Sukadana di Surabaya, kemarin, dilansir dari Antara.
Polisi sejauh ini sudah menetapkan 10 tersangka terkait dua kasus pembunuhan itu. Berkas penyidikan sudah dinyatakan lengkap dan tersangka akan segera disidangkan.
Agus mengatakan saat ini masih ada empat orang yang sedang dikejar oleh polisi.
Enam tersangka pembunuhan Ismail beserta barang buktinya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Persidangan tinggal menunggu tuntutan jaksa dan penentuan jadwal oleh pengadilan. Sementara empat tersangka pembunuhan Abdul Gani diserahkan Jumat.
Kasus ini terungkap dari dugaan penipuan yang dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Polri. Taat Pribadi dan kawan-kawan dituduh menipu dengan cara menawarkan jasa penggandaan uang.
Penyidik hendak memanggil Abdul Gani sebagai saksi kunci. Namun, dia tak pernah memenuhi panggilan. Dari penyidikan itu, mulai terungkap bahwa rentetan kejadian yang berlangsung sejak 2015 tersebut berkaitan satu sama lain. (sur/obs)