Sempat Ricuh, Pendemo Anti Ahok Memaksa Masuk ke Balai Kota

M Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 14/10/2016 15:50 WIB
Sempat Ricuh, Pendemo Anti Ahok Memaksa Masuk ke Balai Kota Sempat terjadi kericuhan saat pendemo anti Ahok memaksa masuk ke Balai Kota. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kericuhan sempat terjadi saat ribuan orang dari Gerakan Masyarakat Jakarta mendatangi kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jumat sore ini (13/10). Kericuhan dipicu ketika kepolisian memutar alunan salawat asmaul husna agar massa tenang.

Dari pantauan CNNIndonesia.com, ribuan sudah tiba di depan Balai Kota dan memenuhi semua ruas Jalan Merdeka Selatan. Sambil menunggu kedatangan rombongan utama, massa meneriakkan yel-yel anti Ahok seperti "Bunuh ahok sekarang juga" dan "Gantung Ahok sekarang juga".

Suasana memanas ketika sebagian pendemo berteriak mendesak aparat membuka gerbang Balai Kota. Merespons itu, kepolisian memutar alunan doa asmaul husna dari pengeras suara. Namun, suasana justru semakin memanas.

Para pendemo tak menerima polisi memutar alunan pujian itu. Pasalnya, mereka ingin meneriakkan yel-yel anti Ahok. Pendemo akhirnya melemparkan botol-botol air mineral ke dalam Balai Kota. Sejumlah wartawan terkena lemparan tersebut. Tetapi, suasana ricuh itu tak berlangsung lama.

Untuk mengantisipasi kerusuhan di pusat pemerintahan DKI Jakarta itu, ratusan personel kepolisian dari unsur Sabhara dan Brimob sudah disiagakan. 


Aksi unjuk rasa ribuan massa GMJ ini digelar sebagai reaksi atas sikap Ahok beberapa waktu lalu yang mengutip ayat Al Quran ketika berpidato di Kepulauan Seribu. Mereka menganggap Ahok melakukan penistaan terhadap agama Islam.

Tuntutan utama aksi demo ini adalah agar hukum ditegakkan oleh kepolisian terkait dugaan penistaan agama oleh Ahok.

Dalam orasinya, pendiri Front Pembela Islam Rizieq Shihab mengultimatum kepolisian agar menindaklanjuti laporan soal dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

"Kalau Ahok tidak diperiksa dalam satu minggu ke depan, kami bakal masuk Balai Kota," kata Rizieq.

Ia bahkan mengancam akan mengepung Istana Negara. "Jangan korbankan negara hanya untuk Ahok. Kalau kami dikhianati oleh negara, kami akan datang 10 kali lipat," kata Rizieq. (wis/sur)