Pencemaran Lingkungan di Yogyakarta Meningkat 250 Persen

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Minggu, 23/10/2016 22:47 WIB
Pencemaran Lingkungan di Yogyakarta Meningkat 250 Persen Selama tiga tahun terakhir, pencemaran lingkungan di Yogyakarta meningkat hingga 250 persen. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tingkat pencemaran lingkungan hidup di Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkat di atas 250 persen kurun waktu tahun 2011 hingga 2014.

"Kurun waktu 3 tahun saja, terjadi peningkatan pencemaran lingkungan hidup di DIY, hingga diatas 250 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto dalam Laporan Statistik Lingkungan Hidup DIY tahun 2015/2016, di Yogyakarta, Minggu (23/10).

Pencemaran yang paling banyak terjadi pada tahun 2014 berupa pencemaran udara, yaitu terjadi di 415 desa/kelurahan, sedangkan pencemaran air terjadi di 44 desa/kelurahan dan pencemaran tanah terjadi di 4 desa/kelurahan.


"Data ini menggambarkan semakin menurunnya kualitas udara yang ada di DIY. Terutama soal pencemaran udara yang meningkat dratis dari tahun 2011 yang tercatat terjadi pada 127 desa/kelurahan, menjadi 415 desa/kelurahan pada tahun 2014," jelas Bambang, dikutip ANTARA.

Ia mengatakan, berbagai aktivitas warga ikut berkontribusi terhadap peningkatan pencemaran, seperti pencemaran air dan tanah akibat pengolahan limbah industri yang tidak tepat dan pencemaran udara, akibat pembakaran pada kendaraan bermotor yang tidak sempurna.

Namun, selain aktivitas manusia, pencemaran lingkungan hidup juga dapat timbul dari alam seperti gunung meletus, gas beracun, dan lain-lain, yang tidak dapat dihindari.

Di sisi lain, Bambang menyebut pencemaran lingkungan hidup dapat dikurangi dan dikendalikan, lewat peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat.

Karena itu, tambah dia, sosialisasi kepada masyarakat luas harus dilakukan, agar kelestarian lingkungan bisa terjaga dan pencemaran udara dapat ditekan. (ANTARA/les)