Persoalan Parkir Saat Yogyakarta Dipenuhi Pemudik dan Turis

Abraham Utama, CNN Indonesia | Selasa, 05/07/2016 15:59 WIB
Persoalan Parkir Saat Yogyakarta Dipenuhi Pemudik dan Turis Masyarakat Yogyakarta yang tak berkepentingan diminta menghindari titik-titik pariwisata. Hindari penumpukan kendaraan, pemkot juga sediakan parkir alternatif. (Gunawan Kartapranata via Wikimedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lalu lintas di Yogyakarta semakin padat jelang perayaan Idul Fitri yang jatuh Rabu (6/7) besok. Persoalan parkir pun tidak dapat dihindari, terutama di titik-titik turisme seperti Jalan Malioboro.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Wirawan Hario Yudho, mengimbau warga maupun pendatang untuk memarkir kendaraan di luar lokasi pariwisata. Lembaganya, kata dia, telah mempersiapkan kantong parkir alternatif untuk mencegah kemacetan.

"Lebih baik parkir di luar Malioboro daripada harus berputar selama berjam-jam hanya untuk mencari lokasi parkir yang kosong," ujar Wirawan, Selasa pagi tadi, seperti dilansir Antara.


Lahan parkir alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat, antara lain Stadion Kridosono dan Museum Perjuangan, serta sisi barat Stasiun Tugu.
Menurut Wirawan, ruang parkir publik yang ada tidak akan mampu menampung volume kendaraan yang meningkat ketika musim mudik lebaran tiba.

Lahan parkir publik itu berada di Jalan Abu Bakar Ali, Jalan Senopati dan kawasan Ngabean. Warga Yogyakarta dan wisatawan biasanya juga dapat memanfaatkan lahan parkir di pusat perbelanjaan dan tepi jalan umum.

"Kapasitas ruang parkir tersebut bisa menampung sekitar 500 unit kendaraan roda empat. Memang terbatas sehingga tidak semua kendaraan wisatawan bisa tertampung," katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta memperkirakan 4,3 juta wisatawan akan datang ke wilayah mereka selama musim libur lebaran. Puncak turisme itu disebut akan terjadi mulai H+2 lebaran.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti meminta masyarakat yang tidak hendak berwisata menghindari simpul-simpul turisme, termasuk Jalan Malioboro.

"Jika memang tidak memiliki kepentingan apapun di Malioboro, lebih baik menghindari jalur tersebut. Beri kesempatan kepada wisatawan dari luar daerah yang memang ingin menghabiskan masa liburannya di Malioboro," tuturnya.
(abm/abm)