Presiden Jokowi menyisipkan makna filosofis di balik pendirian tiga panggung di pelataran Istana. Jumlah tiga panggung itu dipilih sebagai simbol dari cerminan embrio Indonesia.
"Tiga pilar kebangsaan sumpah pemuda. Satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa," kata Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala di Kompleks Istana Kepresidenan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Soeharto Ditolak Jadi Pahlawan Nasional |
Djumala mengatakan konsep perhelatan kali ini dibuat langsung Jokowi. Acara yang akan dimulai 19.30 WIB dan terbuka untuk umum ini dirancang dan melibatkan langsung Jokowi.
Pertunjukan nantinya akan dibagi menjadi dua segmen. Pertama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Sumpah Pemuda, dan pernyataan kebudayaan Jokowi.
Sementara segmen kedua merupakan acara seni yang menampilkan kebudayaan Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Momen Selfie Bareng Jokowi
Djumala mengatakan, perhelatan kali ini menjadi momen bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan presiden. Jokowi nantinya akan duduk di panggung dekat dengan masyarakat saat memperingati Sumpah Pemuda. Masyarakat dapat menikmatinya sambil lesehan di jalan sekitar Istana Merdeka.
"Jangan pisahkan rakyat dari saya. Jangan pisahkan rakyat dari Istana," kata Djumala mengutip Jokowi.
Lihat juga:Menelusuri Sumpah Pemuda di Kramat Raya 106 |
Terlepas dari kedeketan Jokowi yang membaur dengan masyarakat, proses pengamanan tetap dilakukan, seperti body check, security check, dan metal detector. Ketiga pemeriksaan itu menjadi standar yang harus dilakukan pasukan pengamanan presiden (Paspampres).
Paspampres juga akan memeriksa barang bawaan untuk memastikan masyarakat clean and clear sebelum selfie bersama Jokowi.
"Dalam setiap kesempatan, beliau (Jokowi) selalu katakan merakyat tidak menafikan kaidah-kaidah keamanan," kata Djumala. (gil)