Jokowi Melayat ke Thailand Selasa Pagi Ini
Abraham Utama | CNN Indonesia
Selasa, 25 Okt 2016 05:19 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo akan terbang ke Thailand untuk memberikan penghormatan terakhir bagi mendiang Raja Bhumibol Adulyadej, Selasa (25/10). Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden menyebut Jokowi akan berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 9.30 WIB.
Sebelum Jokowi, sejumlah petinggi negara ASEAN telah lebih dulu hadir di Bangkok untuk melayat. Senin kemarin misalnya, Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam datang ke Istana Kerajaan Thailand bersama istri dan pejabat Kementerian Luar Negeri.
Pekan lalu, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong lebih dulu melayat dan memberikan ucapan duka cita untuk keluarga Kerajaan Thailand.
Atas nama rakyat Indonesia, Kamis pekan lalu Jokowi telah secara resmi mengirimkan ucapan duka cita atas wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej. Jokowi berkata, dunia telah kehilangan sosok pemimpin yang mempunyai hubungan begitu dekat dengan masyarakat.
"Dunia kehilangan seorang pemimpin yang dekat dengan rakyatnya, pembawa kedamaian persatuan, dan kesejahteraan bagi rakyat Thailand," ucap Jokowi.
Lebih dari itu, Jokowi berharap wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej tidak akan berdampak negatif bagi ASEAN. Para pemimpin negara Asia Tenggara didorongnya untuk menjaga stabilitas keamanan agar ekonomi di kawasan itu tetap terus bertumbuh.
"Saya kira kita membutuhkan kawasan kita di ASEAN ini stabil damai sehingga pertumbuhan ekonomi bisa kita jalankan karena apapun, kawasan ekonomi yang tumbuh adalah kawasan ASEAN dan sekitarnya," tuturnya.
(abm)
Sebelum Jokowi, sejumlah petinggi negara ASEAN telah lebih dulu hadir di Bangkok untuk melayat. Senin kemarin misalnya, Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam datang ke Istana Kerajaan Thailand bersama istri dan pejabat Kementerian Luar Negeri.
Pekan lalu, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong lebih dulu melayat dan memberikan ucapan duka cita untuk keluarga Kerajaan Thailand.
Lihat juga:Thailand dan Lautan Hitam yang Tetap Hidup |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, Jokowi berharap wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej tidak akan berdampak negatif bagi ASEAN. Para pemimpin negara Asia Tenggara didorongnya untuk menjaga stabilitas keamanan agar ekonomi di kawasan itu tetap terus bertumbuh.
"Saya kira kita membutuhkan kawasan kita di ASEAN ini stabil damai sehingga pertumbuhan ekonomi bisa kita jalankan karena apapun, kawasan ekonomi yang tumbuh adalah kawasan ASEAN dan sekitarnya," tuturnya.