"Totalnya ada 17 rekening. Uang yang dikelola sebesar Rp15 miliar," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Polri Brigjen Agung Setya di Jakarta, Rabu (2/11).
Agung menuturkan, rekening tersebut merupakan kunci pembuktian hubungan antara uang yang ada di dalamnya dan dugaan pungli yang disangkakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tidak tampak ada penyerahan uang. Pihak tertentu menerima dari transfer rekening ke rekening," ujarnya.
"Mereka mengoperasikan kontainer yang masuk Tanjung Perak, seakan-akan bekerja sama dengan satu institusi di sana, tapi memasang tarif setiap kontainer Rp500 ribu," kata Agung.
"RS, saat mendirikan PT Ankara, berstatus Direktur PT TPS di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak. Sekarang yang bersangkutan adalah salah satu direktur di Pelindo III," ujar Agung.
Penyidik menyita uang sebesar Rp600 juta dari kediaman RS. Penyitaan selanjutnya berupa uang sebesar Rp3,9 miliar yang dudga diperoleh RS pada periode 2015-2016.
Polisi menduga pungli yang diterima RS mencapai miliaran rupiah dalam setiap bulannya. Tepatnya angka itu berkisar pada Rp5 hingga 6 miliar.