Selain Jakarta, Sejumlah Daerah Juga Gelar Aksi Tolak Ahok

Damar Sinuko & Antara, CNN Indonesia | Jumat, 04/11/2016 16:33 WIB
Selain Jakarta, Sejumlah Daerah Juga Gelar Aksi Tolak Ahok Ribuan orang menggelar demonstrasi anti Ahok. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari ini puluhan ribu orang turun ke jalan bergerak dari Masjid Istiqlal ke Istana Negara. Mereka menuntut kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama dituntaskan.

Mereka menuding Presiden Joko Widodo melindungi Ahok, sapaan Basuki. Karena itu unjuk rasa masa organisasi masyarakat Islam ini dipusatkan di Istana.

Tak hanya di Jakarta, massa di sejumlah daerah juga menggelar aksi anti-Ahok. Sama dengan tuntutan massa di Jakarta, mereka mendesak kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok dituntaskan.


Semarang

Di Kota Semarang, Jawa Tengah, massa yang turun ke jalan berjumlah sekitar 1000 orang. Massa semula akan berorasi di Polda Jawa Tengah. Namun oleh petugas, mereka diarahkan ke Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Massa memprotes pelarangan ini. "Kami mau aksi damai di Polda, kenapa ini dibelokkan ke Kantor Gubernur-DPRD, tidak ada hubungannya. Kami ingin ke Polda", kata juru bicara massa, Jumai, Jumat (4/11).
Kepala Polrestabes Semarang Komisaris Besar Abiyoso Seno Aji kemudian menemui massa dan melakukan perundingan. Dari perundingan itu, massa akhirnya diizinkan berjalan menuju ke Polda Jateng yang berjarak sekitar 100 meter dari Kantor Gubernur Jateng.

Sekitar satu jam massa berorasi di depan Polda Jateng sebelum membubarkan diri dengan pengawalan petugas.
warga Kota Semarang juga turun ke jalan menggelar aksi anti Ahok. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)

Batam

Dari Batam, Kepulauan Riau, dilaporkan jumlah pendemo ratusan orang. Sasaran unjuk rasa adalah Polda Kepulauan Riau.

Sebelum menggelar aksi, warga Batam menandatangani petisi yang berisi tuntutan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penistaan yang ditudingkan kepada Ahok.

Petisi itu digelar Aliansi Umat Islam Bersatu di halaman Masjid Agung Batam, dan ditandatangani sekitar 500 orang.

Tiga tuntutan dalam petisi tersebut yakni mendukung dan mengamankan seluruh isi dari sikap keputusan MUI yang dikeluarkan pada 11 Oktober 2016 terhadap penistaan agama dan ulama yang dilakukan Basuki Tjahaya Purnama.
Kedua, meminta penegak hukum berlaku adil dan tidak diskriminatif. Dan terakhir, menuntut kepada Kapolda Kepri untuk segera mungkin menindaklanjuti surat pernyataan ini, guna menjaga stabilitas keamanan Kota Batam dan Kepri.

Pengurus Masjid Agung Batam, Syarifuddin menyatakan aksi itu diikuti puluhan organisasi masyarakat, di antaranya Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam, Himpunan Mahasiswa Islam, Nahdlatul Ulama, dan Majelis Ulama Indonesia,

"Kami berkumpul di sini menyatakan umat Islam Batam meminta agar segera proses penista agama," kata Syarifuddin.

Di Polda Kepri, Umat Islam akan menyerahkan surat pernyataan itu untuk dititipkan ke Kapolri.

Palembang

Masih dari Sumatera, warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang mengatasnamakan Barisan Pemuda menggelar aksi di kawasan Bundaran Air Mancur.

Jumlahnya lebih dari 100 orang. Petugas terlihat mengawal aksi unjuk rasa ini. Kapolresta Palembang Komisaris Beasr Tommy Aria Dwiyanto turut mengawasi langsung jalannya unjuk rasa.

Sejak pagi, sejumlah truk pengangkut personel petugas bersiaga di jalan kawasan Masjid Agung, bundaran air mancur dan Monumen Perjuangan Rakyat.

Di halaman Polda Sumsel disiagakan kendaraan taktis baracuda. Sementara di kawasan Masjid Agung yang sejak pagi sudah dijaga oleh sejumlah petugas kepolisian.

Pekanbaru


Sebanyak 2.000 orang dilaporkan menggaelar aksi anti Ahok. Sasarannya adalah Polda Riau. Untuk mengantisipasi jalannya aksi, Polresta Pekanbaru menutup sementara Jalan Jenderal Sudirman selama massa bergerak dari Masjid Agung An-Nur ke Polda Riau.

Dalam iring-iringan tersebut, Kapolda Riau Brigjen Zulkarnain turut serta berjalan kaki bersama pengunjuk rasa.

Polda Riau sebelumnya menyiagakan 1.200 personel gabungan. Ribuan personel tersebut ditempatkan pada sejumlah titik seperti Masjid Agung An-Nur, gedung pemerintahan dan di Polda Riau.

Kapolda Riau, Brigjen Zulkarnain menegaskan bahwa jajarannya akan melakukan pengamanan secara humanis. "Semua kepentingan masyarakat akan kita upayakan dapat berjalan normal," ujarnya.

Dia juga turut mengimbau kepada massa yang menggelar aksi untuk turut menjaga ketertiban dan menghindari aksi berlebihan.

Makassar


Ribuan orang menggelar aksi damai dengan melakukan longmarch dari Masjid Al Markas Al Islami usai shalat Jumat menuju kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.

Dalam aksinya peserta aksi menuntut Gubernur DKI Jakarta Petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di proses hukum terkait dengan statmennya dinilai menistakan agama.

Ribuan orang berjalan saat berunjuk rasa di atas jalan jembatan layang menuju kantor Gubernur Sulsel di Makassar,Ribuan orang berjalan saat berunjuk rasa di atas jalan jembatan layang menuju kantor Gubernur Sulsel di Makassar. ( ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
Berdasarkan pantauan Antara di jalan Urip Sumoharjo Makassar, ribuan massa berjalan beriringan melintasi jembatan layang sambil berorasi menerikan yel yel.

Ketua DPRD Sulsel HM Roem bersama beberapa anggota Dewan lainnya diminta demonstran naik di mobil tronton untuk memberikan orasi.

"Silahkan menyampaikan aspirasi asalkan jangan ada kepentingan lain yang menunggangi. Seorang pemimpin harus berkata santun agar tidak menyakiti masyarakat," kata HM Roem.

Ia meminta peserta aksi tidak terprovokasi dan diharapkan berjalan lancar dan damai.

Usai menyampaikan aspirasi, ketua DPRD ini diajak massa ikut bergabung bersama rombongan ke kantor Gubernur untuk penyampaian aspirasi.

Adanya aksi tersebut membuat pusat perdagangan emas jalan Somba Opu ditutup sementara serta jalan tersebut dijaga aparat kepolisian.

Banjarmasin

Ribuan orang menggelar aksi di Polda Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Sama seperti di daerah lain, aksi juga digelar usai salat Jumat.

"Polisi harus segera memproses secara hukum atas ucapan Ahok yang telah melakukan penistaan agama," kata koordinator lapangan Abdurrahman.

Ia berharap kepolisian jangan takut dalam proses penegakan hukum. Massa mengancam akan kembali beraksi pada 16 November dengan jumlah lebih banyak apabila Ahok tidak juga diproses secara hukum.

Ormas Islam yang berunjuk rasa ini berasal dari Front Pembela Islam, Al Jihad, Forum Kerukunan Umat Beragama, dan mahasiswa.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalses Ajun Komisaris Besar Sofyan Hidayat yang menemui massa mengatakan, aspirasi yang disampaikan akan diterima dan diteruskan ke Mabes Polri.

"Perintah Kapolri setiap aspirasi massa terkait unjuk rasa 4 November 2016 harus ditampung kemudian dikumpulkan di Mabes Polri sebagai masukan dari seluruh daerah," kata Sofyan. (sur/asa)