Massa Terobos Pagar Pengamanan di Kawasan Istana Negara
Rinaldy Sofwan & Prima Gumilang | CNN Indonesia
Jumat, 04 Nov 2016 16:59 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangkaian kericuhan terjadi di kawasan sekitar Istana Kepresidenan yang menjadi titik akhir aksi besar 4 November. Di depan Kantor Sekretariat Negara, kawasan Istana Kepresidenan, para pendemo berhasil menerobos pagar pengamanan aparat kepolisian yang diperlengkapi dengan tameng.
Usai menerobos, ratusan massa merangsek menuju Istana Negara.
Tak diketahui penyebab insiden penerobosan tersebut. Namun, aparat keamanan tak bisa berbuat banyak menghadapi jumlah pendemo yang lebih besar dibandingkan mereka. Polisi seperti ingin menghindari bentrok lebih besar hingga akhirnya memberikan jalan kepada mereka.
"Terima kasih Pak Polisi, Terima kasih Pak Polisi," demikian nyanyian dari massa usai menerobos pengamanan polisi.
Massa berjalan menuju Istana Negara. Namun, dari pantauan CNNIndonesia.com, masih ada pagar pengamanan lagi yang dipasang di sekitar Istana. Massa saat ini masih belum bisa mencapai lokasi depan Istana Negara.
Adapun, polisi meminta pewarta untuk menghindari kumpulan massa. "Tolong mundur dan menjauh dari massa. Mereka sensitif terhadap media massa," ujar seorang aparat.
Sebelumnya, bentrok juga terjadi di simpang lampu merah dekat Istana Negara. Massa demonstran dari kelompok Himpunan Mahasiswa Islam terlibat aksi saling lempar botol dengan pasukan Polri yang berjaga.
Di lokasi tersebut, massa HMI berdiri di depan kendaraan barracuda, pagar pembatas yang langsung berhadap-hadapan dengan petugas. Keributan juga terjadi di depan gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Massa hingga saat ini masih memadati area di sekitar Istana Negara. Bahkan beberapa orang memanjat pagar kementerian dan lembaga yang digembok untuk keluar dari kerumunan.
(wis/asa)
Usai menerobos, ratusan massa merangsek menuju Istana Negara.
Tak diketahui penyebab insiden penerobosan tersebut. Namun, aparat keamanan tak bisa berbuat banyak menghadapi jumlah pendemo yang lebih besar dibandingkan mereka. Polisi seperti ingin menghindari bentrok lebih besar hingga akhirnya memberikan jalan kepada mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:FPI Desak Jokowi Tindak Tegas Ahok |
Adapun, polisi meminta pewarta untuk menghindari kumpulan massa. "Tolong mundur dan menjauh dari massa. Mereka sensitif terhadap media massa," ujar seorang aparat.
Massa hingga saat ini masih memadati area di sekitar Istana Negara. Bahkan beberapa orang memanjat pagar kementerian dan lembaga yang digembok untuk keluar dari kerumunan.
(wis/asa)