"Dalam dua tahun kami analisis, investigasi, dan tindak, illegal fishing lebih dari sekadar pencurian ikan," kata Susi dalam konferensi pers. Dia mengatakan hal tersebut sudah disampaikan kepada ribuan delegasi sidang Interpol.
"Tidak hanya perikanan, tapi juga smuggling (penyelundupan) macam-macam: narkoba, miras, rokok dan sebagainya yang dibawa, diselundupkan antarnegara," kata Susi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini melibatkan banyak negara. Satu kapal krunya bisa dari berbagai negara," ujar Susi. Bahkan sebuah kapal menurutnya bisa membawa hingga 20 negara.
Namun untuk itu, tetap diperlukan kerjasama antar negara dan Interpol mempunyai peran yang sangat penting.
Kerjasama dengan China
Susi juga mengungkapkan dirinya berbicara dengan otoritas China di sela Sidang Umum Interpol untuk membahas kerjasama dalam pemberantasan pencurian ikan.
"Mereka (pelaku) bukan mewakili negara, tapi mewakili kejahatan. Jadi kami akan kerjasama untuk memastikan kejahatan ini tidak boleh ada," ujarnya.
Dia mengatakan tanpa kerjasama dengan China "hampir mustahil untuk memerangi kejahatan di laut." Karena itu, diperlukan sinergi untuk menindak para pelaku bisnis haram.
"Kami juga tadi mengeluh, karena banyak (pelaku) bandel-bandel, yang besar dari negeri Tiongkok. Tapi sekali lagi, itu bukan mewakili negara," kata Susi. (sur/abm)