Pernyataan itu dikeluarkan Wiranto saat ditanya perihal kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi rencana demonstrasi susulan menentang Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, Wiranto mengatakan selama ini ikut memantau penyebaran informasi di media sosial untuk mengantisipasi rencana demonstrasi susulan.
"Apa informasi itu justru disengaja untuk menimbulkan keresahan atau tidak. Apa informasi itu betul-betul untuk membangun ketenteraman," kata Wiranto.
Dia mengatakan kebebasan menyampaikan informasi kepada masyarakat, baik melalui media massa maupun media sosial, harus dibarengi dengan tanggung jawab moral. Tujuannya, kata Wiranto, untuk membangun ketentraman dan ketenangan masyarakat.
"Bukan sebaliknya, berlomba-lomba memberikan berita yang membuat masyarakat resah dan bingung," ujarnya.
Mantan Panglima ABRI ini menambahkan, keterbukaan media seharusnya tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif. Termasuk saat menyampaikan informasi menjelang pelaksanaan demonstrasi mendatang.
"Mari menempatkan kebebasan media sebagai kebebasan yang bertanggung jawab, sehingga soal demonstrasi itu sudah biasa," katanya. (wis/obs)